Geronimo: Pejuang Terakhir Apache

geronimoGeronimo. Keinginannya cukup sederhana, kembali ke tanah Arizona. “Kami tidak pernah meminta semua tanah yang pada awal adalah milik kami, kami hanya ingin kembali ketanah indah dimana kami bisa bercocok tanam. Tidak ada tanah seperti Arizona,” kata Geronimo dari tempat penahanannya di Fort Sill Military reservation, Oklahoma, Amerika Serikat pada tahun 1905 (Barrett 1906, p. 213-216).

Geronimo lahir di No-doyohn Canon, Arizona, pada Juni 1829 sebagai seorang Indian Apache. Darah kepala suku Apache diwariskan dari kakeknya, Maco, yang menjadi pemimpin Apache suku Bedonkohe. Saat itu wilayah yang dikuasai oleh Indian Apache meliputi Barat Daya New Meksiko, Barat Daya Arizona dan sebelah Utara Negara Meksiko termasuk kawasan Sonora dan Chihuahua.

Geronimo besar dilingkungan yang sangat kuat nilai-nilai penghormatan dan kecintaan terhadap tanah pertiwi. Orang Indian Apache menganggap tanah adalah wanita, karenanya Bumi bagi orang Apache adalah Ibu (Opler 1941, p. 194). Pada usia 17 tahun, ditahun 1846, Geronimo bergabung dengan dewan prajurit dimana ia akan memiliki kesempatan besar untuk berlaga dimedan perang membela tanah dan kehormatan sukunya.

Kesempatan pertamanya bertempur terjadi pada tahun 1858. Saat itu pasukan patroli  Meksiko menyerang sukunya di sebuah kota kecil di Meksiko, yang orang Indian juluki sebagai Kas-ki-yeh, dalam perjalanannya menuju Kota Sonora, Meksiko. Cochies, kepala suku dari suku Chiricahua Apache, kemudian memberinya senjata dan beberapa pejuang untuk membalas dendam.

”Suku saya telah banyak mati ditanah itu, dan saya juga akan mati disana jika diperlukan tapi yang jelas kami tidak akan pernah meninggalkan tawananan,” kata Geronimo dalam pengakuannya kepada penulis buku Geronimo’s story of his life.  Pembalasan awal Geronimo pada akhirnya dikenal sebagai Tragedi Pembantaian Kas-ki-yeh.

Sejak saat itu, pertempuran Geronimo melawan pasukan Meksiko terus meluas, hingga ia juga menyerang pasukan ‘seragam biru’ Amerika Serikat. Geronimo kemudian menjadi buron bagi dua negara; Meksiko dan Amerika Serikat. “Ketika pagi datang, kami melihat jauh kebawah perbukitan dan melihat pasukan Meksiko bersama dengan pasukan Amerika datang bersamaan mengepung kami,” kata Jason Betzines, Indian Amerika yang pernah bergabung dalam kelompok Geronimo, pada bukunya berjudul I fought with Geronimo (Betzinez & Nye 1959, p. 74).

Pertempuran Geronimo baru berakhir sepenuhnya setelah 28 tahun kemudian, tepatnya pada 5 September 1886, saat ia menyerah kepada Brigadir Jenderal Nelson, A. Miles. Penangkapan pemberontakan oleh Geronimo setidaknya  melibatkankan tidak kurang dari 5 ribu tentara untuk memburunya dan begitu banyak ahli pengirim pesan dari gunung ke gunung (Debo 1976, p. 3). Sebuah perburuan terbesar untuk menangkap pelanggar hukum dalam sejarah Amerika Serikat saat itu. Geronimo meninggal pada usia 80 tahun karena sakit pneumonia. Dia tidak dimakamkan ketanah yang diperjuangkan dan diimpikannya, Arizona.

Referensi

  • Barret, SM 1906, Geronimo’s story of his life, Duffield & Company, New York.
  • Betzinez, J & Nye, WB 1959, I fought with Geronimo, The Telegraphy Press, Pennsylvania.
  • Debo, A 1976, Geronimo: the man, his time, his place, University of Oklahoma Press, Amerika.
  • Opler, ME 1941, An Apache life-way: the economic, social, and religious institutions of the Chiricahua Indians, The University of Chicago Press, Chicago.

Gede Arya Wiryana

Gede Arya WiryanaMediator Hubungan Industrial, sedang menempuh Master Human Resource Management di University of Canberra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>